Tingginya kasus positif suatu wabah mengakibatkan urgensi untuk memproduksi dan menyebarkan vaksin sebanyak-banyaknya. Sayangnya, data perkiraan WHO (World Health Organization) terdapat 50% vaksin terbuang tiap tahunnya. Penyebab utama dari kasus ini, adalah penyimpanan vaksin yang tidak sesuai sebelum inokulasi.

Penyimpanan Vaksin

Proses produksi vaksin hingga didistribusikan memerlukan cold chain supply yang terjaga dengan baik. Sebab, ketika suhu pada cold chain supply tidak terjaga stabilitasnya maka efektivitas vaksin akan berkurang.

Bahkan, jika keadaan tersebut tidak terdeteksi dapat berisiko memberikan vaksin tidak efektif ke pasien. Untuk itu, dibutuhkannya pengetahuan serta regulasi mengenai penyimpanan vaksin.

Standar terbaru perihal penentuan standar sistem kulkas dan freezer vaksin telah ditetapkan oleh NSF (National Sanitation Foundation) International. Tujuan NSF menetapkan standar tersebut, agar administrator vaksin dapat memilih unit penyimpanan vaksin yang telah tersertifikasi sehingga dapat menjaga keamanan dan keefektifan vaksin.

Di samping itu, perkembangan vaksin saat ini mendorong adanya kebutuhan suhu baru pada cold chain supply . Pada suhu -70°C sebelumnya tidak pernah digunakan dalam penyimpanan vaksin kemudian suhu -20°C sangat terbatas digunakan. Dengan demikian, diperlukannya perubahan infrastruktur penyimpanan vaksin.

Faktor utama dari perubahan infrastruktur, yakni rantai dingin yang telah ada sebelumnya tidak sesuai dengan kebutuhan vaksin baru. Tidak hanya itu, hingga saat ini kulkas dan freezer standar tidak mendukung kebutuhan -70°C.

Di bawah ini, terdapat beberapa rekomendasi penyimpanan vaksin, antara lain.

  • Perangkat pemantau dan pencacat digital disarankan independen
  • Probe yang dapat dilepas dan mencerminkan suhu vaksin (probe yang disangga dengan glikol)
  • Alarm untuk suhu di luar yang ditentukan
  • Indikator baterai lemah
  • Tampilan suhu saat ini, minimum, dan maksimum
  • Ketidakpastian yang disarankan sebesar kurang lebih 0.5° C (1° F)
  • Interval pembacaan yang dapat diprogram dalam batas minimum interval 30 menit
  • Sertifikasi uji kalibrasi yang valid dan memenuhi standar nasional (ISO 17025, NIST, ASTM Standard E2877, dll)

Selain itu, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga stabilitas suhu vaksin di unit penyimpanan, di antaranya.

  1. Meminimalisasi waktu saat membuka pintu
  2. Meminimalisasi frekuensi membuka pintu
  3. Memiliki sistem inventaris
  4. Memperhatikan sistem unit
  5. Manfaatkan kemampuan onboard
  6. Konsolidasi kargo setiap vial

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top